SATU DUNIA-SERIBU AMAL SHALEH

Sabtu, 24 Maret 2012

Azotobacter: Sang bakteri Nitrogen (Bag 1)


Bakteri merupakan organisme yang telah dikenal memiliki sejuta manfaat, salah satunya adalah sang bakteri Nitrogen: Azotobacter. Apa saja manfaat dari sang bakteri anggota famili Pseudomonadaceae ini??..Biar lebih Ilmiah, tidak akan saya sebutkan dari teori, tapi dari hasil penelitian-penelitian.yaitu sbb:







Bakteri Azotobacter adalah species rizobakteri yang dikenal sebagai agen penambat nitrogen yang mengkonversi dinitrogen (N2) ke dalam bentuk ammonium (NH3), yang mampu menambat nitrogen dalam jumlah yang cukup tinggi. Pada medium yang sesuai, Azotobacter mampu menambat 10-20 mg nitrogen/g gula (Wedhastri,2002)
Azotobacter diketahui pula mampu mensintesis substansi yang secara biologis aktif dapat meningkatkan perkecambahan biji, tegakan dan pertumbuhan tanaman seperti vitamin B, asam indol asetat, giberelin, dan sitokinin (Wedhastri, 2002; Ahmad et al., 2005; Husen, 2003; Adiwiganda et al.,2006). Selain itu, Azotobacter juga memiliki kemampuan dalam metabolisme senyawa fenol , halogen, hidrokarbon, dan juga berbagai jenis pestisida (Munir, 2006).

Bakteri Azotobacter yang diaplikasikan pada tanah pertanian akan terus mempersubur tanah karena bakteri tersebut akan semakin banyak jumlahnya di dalam tanah dan terus bekerja memfiksasi nitrogen, dan menaikkan biomassa tanaman pertanian (Hindersah & Simarmata, 2004). jika ditambahkan pada limbah ubi kayu dapat meningkatkan kandungan protein limbah ubi kayu tersebut (Belewu & Musa, 2003) dan jika ditambahkan kepada medium tumbuh alga Chlorella, dapat meningkatkan kecepatan pertumbuhan alga tersebut karena medium cair tempat tersebut tumbuhnya menjadi lebih kaya nitrogen (Nahdiah, 2006).
Saya juga tidak mau ketinggalan untuk meneliti sang Bakteri “ajaib” ini. Maka pada awal tahun 2008 saya melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh penambahan Inokulum Azotobacter sp. Terhadap Kadar Nitrogen Kompos Organik”. Bagaimanakah proses dan hasil penelitiannya?..kita lihat di postingan berikutnya.
Sumber:
Adiwiganda, Y.T ., Tarigan, B & Purba, B (2006). Effect of Biofertilizer on Mature oil Palm in North Sumatera and Riau.  Indonesian Journal of Agricultural science.7(1) 2006: 20-26.
Ahmad, F., Ahmad,  I, & Khan, M.S (2005). Indole Acetic Acid production by the indigenous Isolates of Azotobacter and Flourescent pseudomonas in the Presence and Absence of Tryptophan. India : Departement of Agricultural Microbiology, Faculty of Agricultural Sciences, Aligarh Muslim University. Vol.29, 29-34.
Belewu, M.W & Musa, A.K (2003).Effect of Selected Azotobacter Bacterial Strains on the Enrichment of Cassava Waste During Sold State Fermentation. Nigeria : University of Ilorin. Vol 6(1), 7 halaman.
Hindersah, R & T. Simarmata (2004).”Potensi Rizobakteri Azotobacter dalam Meningkatkan Kesehatan Tanah”. Jurnal Natur Indonesia. 5, (2), 127-133.
Husen, E.(2003).Screening of Soil Bacteria for Plant Growth Promotion Activities In Vitro. Indonesian Journal of Agricultural science.4(1) 2003: 27-31.
Munir, E (2006). Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif Untuk Pelestarian Lingkungan. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Nahdiah, R (2005). Pengaruh penambahan inokulum Azotobacter chroococcum beijerinck terhadap pertumbuhan chlorella pyrenoidosa chick . Tesis magister pada sekolah pasca sarjana ITB: tidak diterbitkan.
Wedhastri, S (2002).”Isolasi dan seleksi Azotobacter spp.Penghasil Faktor Tumbuh dan Penambat Nitrogen dari Tanah  Masam”.Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan . 3, (1), 45-51.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar